| Penelitian |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Sunday, 01 March 2009 00:00 |
|
PENELITIAN TIKUS PUTIH
Penelitian tikus putih merupakan bagian dari pengembangan kesehatan masyarakat di Tomohon. Pola konsumsi makanan dengan bahan baku lokal dan alami akan sangat menentukan tingkat kehidupan seseorang. Gula aren merupakan salah satu produk alami yang telah diproses kedalam berbagai bentuk dan telah menjadi sumber utama makanan pemanis bagi masyarakat di Tomohon dari generasi ke generasi. Penelitian tikus putih bertujuan untuk melihat pengaruh makanan gula aren terhadap kesehatan mahluk hidup, khususnya binatang mamalia. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahapan pertama dari penelitian ini adalah perbanyakan tikus putih sampai sekitar 1000 ekor. Tahapan berikutnya adalah memperlakukan makanan tikus putih dengan gula aren dan memperbandingkannya dengan gula putih serta tanpa gula. Tahapan penelitian lainnya adalah untuk melihat tingkat mobilitas serta metabolisme tubuh tikus. Penelitian tikus putih telah dimulai pada bulan September 2007 dengan membangun kandang tikus. Jumlah tikus pada awalnya adalah 20 ekor. Tiga minggu kemudian beberapa tikus telah mulai beranak. Pada awal bulan Desember telah dilakukan penambahan jumlah tikus sebanyak 30 ekor. Pada akhir Desember jumlah tikus telah mencapai 135 ekor. Pada awal Desember, perlakuan jenis makanan dan minuman telah dimulai. Sebanyak masing masing lima ekor tikus dari induk yang sama diberikan minuman yang berisi masing masing gula aren dan gula putih dalam konsentrasi yang berbeda (10, 15, 20, 25 dan 30%). Masing masing konsentrasi dan jenis gula diambil dari 3 induk. Jadi seluruh jumlah tikus dengan perlakuan minuman adalah sebanyak 3 induk X 2 jenis gula X 5 ekor adalah 30 ekor. Penelitian makanan tikus dilakukan dengan memilih masing masing enam ekor tikus dari tiga induk. Dari kelompok tikus tikus ini dikelompokan lagi atas enam kelompok dengan masing masing kelompok terdiri dari tiga ekor. Selanjutnya setiap kelompok diberi makanan yang berbeda yaitu kelompok makanan tanpa gula (kebutuhan karbohidratnya diganti dengan pati), kelompok makanan dengan gula aren dan kelompok makanan dengan gula putih. Semua perlakuan diatas, minuman dan makanan dievaluasi dengan menimbang berat tikus pada setiap minggu. Hambatan hambatan yang dihadapi selama ini (September – Desember 2007) adalah sangat minimal. Keterlambatan dalam pembuatan kandang serta perlengkapan penelitian seperti meja/lemari sedikit memperlambat kegiatan. Serlanjutnya, kemampuan teknisi dalam pemeliharaan tikus maupun pelaksanaan penelitian yang masih terbatas turut memperlambat. Namun demikian hal ini telah ditanggulangi dengan rotasi para petugas teknisi. Pada waktu mendatang perlu menambah teknisi yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penelitian tikus. Keamanan terhadap fasilitas serta serta tikus tikus itu sendiri merupakan ancaman. Hal ini disebabkan tempat penelitian yang relatif tidak tertutup dari orang luar. Itulah sebabnya perlu untuk memagari tempat penelitian ini dengan kawat besi.
Tomohon, Akhir Desember 2007.
Penanggung Jawab,
Dr. Ir. Julius Pontoh MSc.
|
| Last Updated on Sunday, 01 March 2009 18:40 |
ShoutMix
Visitor Locations:





Research

